Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Inspirasi sarjana psikologi jadi petani hidroponik sukses | DuniaSaja.com

DUNIASAJA.COM - Kenapa tidak menjadi petani Kenapa tidak menjadi tukang sayur karena itu merupakan peluang yang sangat besar.

Di lansir dari Chanel Yutub CapCapung, paris merupakan seorang sarjana sikologi awal mulanya Paris berkecimpung di dunia hidroponik, Paris datang ke Jogja dan melihat lahan pertanian itu semakin berkurang dan sempit. Yang telah di gantikan oleh bangunan-bangunan dan juga perumahan.

Kemudian Paris trus berfikir kalau seperti ini maka lahan pertanian yang ada pasti akan semakin berkurang dan harga nya semakin mahal. 

Tantangan menjadi seorang petani Yang pertama itu ialah dari orang tua ketika paris memutuskan untuk bertani orang tuanya sempat tidak mendukung dia dikarenakan dia lulusan sarjana psikologi dan sedang melanjutkan megister lanjutkan psikologi sehingga membuat orang tua Paris kecewa, dan cukup lama perseteruan itu terjadi.

Dan pada akhirnya orang tua Paris bertanya kepada paris jika kamu memang serius untuk menjajalani hidroponik maka seriuslah.

Pada tahun 2017 Paris sempat kebingungan untuk mencari lahan karena keterbatasan biaya ya menjadi salah satu kendala utamanya didalam hidroponik tersebut, akan tetapi bagi paris itu bukanlah menjadi suatu alasan.

Petani hidroponik tidak pernah mengeluh soal lahan bisa di tembok, dipagar dan bisa dimana saja, syaratnya tanaman bisa terkena pencahayaan matahari yang cukup.

Paris membuat lahan pertanian hidroponik itu sendiri langsung di atas atap sebuah masjid, dengan bantuan pengurus masjid, pemuda desa dan dengan masyarakat yang ada di sekitar masjid. 

Dan pada akhirnya paris bisa mendirikan sebuah lahan pertanian hidroponik di atas sebuah masjid, Paris menyarankan supaya carilah sebuah komunitas dan perkumpulan karena masih banyak orang-orang baik di sekitar kita. Jika kita berperilaku baik dengan orang lain maka orang lain juga akan berperilaku baik dengan kita.

Paris menyediakan sebuah instalasi hidroponik itu sendiri berkisar mencapai angka puluhan juta rupiah, taman yang di tanam masih tergolong tanaman biasa.

Pemasaran nya sasaran utama paris pasar tradisional supaya masyarakat bisa ikut merasakan tanaman sayur yang sehat-sehat.

Dan juga dapat di pasarkan di hotel, toko-toko, ke pengepul utama sehingga dapat menghasilkan nilai rupiah yang sesuai dengan kerja keras paris itu sendiri.

Sayura hidroponik dapat juga di panen berkisar 2 Minggu sekali atau 14 hari sekali, Dan paris dengan alat pertanian hidroponik nya sudah bisa mendapatkan ombset sekitar 1 juta perbulanya.


(SH)

Post a Comment

0 Comments

NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK | DuniaSaja.com