Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Gotong Royong Untuk Mempererat Rasa Kekeluargaan yang Hampir Hilang | DuniaSaja.com

DUNIASAJA.COM-Gotong Royong untuk Mempererat Rasa Kekeluargaan yang Hampir Hilang.

Oleh Kelompok 135 KKN DR UINSU Medan
Oleh: , Ananda Nurasyida Amir 1 , Hafizhul Amar Rao 2, Nur Kamalia Samosir3, Wulan Fitriana Tarigan4, Yuvira Sahara5.
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

DELI SERDANG,  Budaya Gotong Royong merupakan kekuatan besar Masyarakat Indonesia yang perlu terus dikembangkan di negeri ini. 

Moderenisasi hampir mengubah kehidupan bermasyarakat. Modernisasi melahirkan corak kehidupan yang sangat kompleks, hal ini seharusnya jangan sampai membuat Bangsa Indonesia kehilangan kepribadiannya sebagai bangsa yang kaya akan unsur budaya.

Mahasiswa KKN Kelompok 135 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan melakukan gotong royong untuk membersihkan desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (31/07/2021) lalu. 

KKN Kelompok 135 ini terdiri dari Indra sebagai Ketua kelompok dan beberapa anggota lainnya yakni Angel, April, Azis, Fazirah, Ike, Kamalia, Syahrul, Devi, Dina, Dini, Arinda, Ananda, Nugraha, Rama, Rini, Rosma, Salwa, Tiwi, Wulan, Yunda, Yuvira, Zuhra, Farhan, Andin, Fahrozi, Yenny, Dana, Siti, Hafizhul. Dari beberapa anggota kelompok tersebut merupakan sebagian mahasiswa/mahasiswi jurusan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) dan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU MEDAN).

KKN Kelompok 135 memiliki beberapa program KKN yang sangat bermanfaat bagi desa dan masyarakat pada umumnya. Diantara banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, gotong royong merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat dan dampak positif yang  diperoleh dari kegiatan tersebut. Aksi bakti sosial/gotong royong ini merupakan, bagian dari pengabdian kepada masyarakat dalam implementasi tri darma perguruan tinggi.

Ketua Kelompok 135, M.Indra kepada redaksi, Sabtu (31/07/2021), mengatakan dengan melihat kondisi pandemi seperti sekarang ini, kebersihan merupakan suatu kebutuhan yang sangat dibutuhkan karena salah satu penyebab ataupun sumber utama penyakit disebabkan oleh kekotoran dan kekotoran terbanyak yang terdapat di indonesia adalah sampah. 

Oleh sebab itu KKN kelompok 135 berinisiatif untuk mengajak dan bergabung bersama masyrakat dalam rangka gotong royong di desa tersebut untuk membersihkan desa Sambirejo Timur.

 “Selain itu tujuan lain dari kegiatan gotong royong ini adalah untuk mendekatkan dan menjalin kembali silaturrahmi antar masyarakat desa Sambirejo Timur  yang pernah terhenti bahkan terputus karena lockdown dan penerapan pcrotokol kesehatan,". "Kami berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan edukasi bahwa kebersihan merupakan faktor terpenting dalam menangkal wabah covid-19 dengan melakukan gotong royong membersihkan pekarangan hingga fasilitas umum seperti parit-parit yang terhambat oleh banyaknya sampah," kata ketua Kelompok 135, Indra kepada Redaksi, Sabtu (31/07/2021).

“Pada saat bersih-bersih perkarangan desa sebagian mahasiswa dbagi menjadi beberapa kelompok untuk membersihkan bagian setiap parit yang terhambat sampah, mengutip atau menyapu sampah-sampah yang berserakan di halaman/jalan, mencabut/mengoret rumput yang sudah panjang di pinggir jalan maupun di halaman serta membakar seluruh sampah yang sudah kering,” kata ketua Kelompok 135, M.Indra.

Indra juga menambahkan bahwa mahasiswa/mahasiswi sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan aksi baksi sosial atau gotong royong ini. Karena kegiatan ini merupakan bentuk kegiatan pengabdian mahasiswa KKN di desa Sambirejo Timur. Kemudian “Kerja bakti atau gotong royong di desa Smbirejo Timur ini bertujuan untuk menyemarakkan jiwa gotong royong serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan perkarangan rumah dan juga perkarangan halaman,” ujarnya. 

Tujuan kerja bakti membersihkan perkarangan rumah dan halaman untuk mengembalikan semangat warga dalam bergotong royong, karena sesuai ajaran agama Islam bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. "Tujuan dilakukannya kegiatan KKN UINSU ini adalah untuk membantu pemerintah, juga masyarakat dalam upaya pencegahan wabah Covid-19,” ungkap mahasiswa semester 6 Bimbingan Konseling Pendidikan Islam tersebut.

“Kami mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat desa Sambirejo Timur terdorong untuk menjaga lingkungan sekitar khususnya pada selokan yang terhambat oleh sampah. Kami juga berharap, semoga kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Kemudian kami juga berharap, kegiatan seperti yang telah dilakukan tersebut bisa dilakukan juga bagi kawan-kawan kami yang lainnya. Sebab bentuk kepedulian itu memang mahal harganya bagi setiap manusia,”

Warga desa sambirejo timur sangat antusias dengan kehadiran Mahasiswa KKN-DR, karena dengan begitu kegiatan bisa berjalan lancar dan cepat. Dan berharap kegiatan gotong royong ini dapat mengerakkan masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan menjadi bersih dan bebas sampah plastik.

Kami berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan edukasi bahwa kebersihan merupakan faktor terpenting dalam menangkal wabah COVID-19 dengan melakukan gotong royong membersihkan pekarangan. Dan semoga kegiatan ini dapat membantu pemerintah dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dengan adanya gotong royong ini kami harap agar warga sekitar terus meningkatkan semangat kebersamaan dengan bergotong royong menjaga kebersihan. Yang paling penting dengan keberadaan kami selama satu bulan di sini ingin berkontribusi banyak untuk masyarakat di Desa Sambirejo timur ini.

Budaya gotong-royong sebagai ciri bangsa Indonesia harus selalu dipertahankan. Hal ini merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat. Setiap warga negara yang terlibat di dalamnya memiliki hak untuk dibantu dan juga berkewajiban untuk membantu. Disini terdapat azas timbal balik yang saling menguntungkan.

Namun apa yang terjadi sejak munculnya arus globalisasi dan modernisasi yang oleh sebagian orang dianggap sebagai peluang yang luar biasa hebatnya. Dampaknya luar biasa, terutama terhadap nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan masyarakat yang semakin individualis dan munculnya konflik sosial. Untuk menghindari terjadinya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat, dimasa lalu hampir setiap saat kita selalu diingatkan, diperdengarkan dan diperlihatkan suatu kata-kata yang indah, manis dan menarik, yaitu "Persatuan dan Kesatuan Bangsa". Apapun upaya yang dilakukan, hampir semuanya mengarah pada kepentingan rakyat banyak dan kebersamaan. Itu, hampir disetiap kesempatan selalu didengungkan, baik oleh pimpinan pemerintahan, LSM dan berbagai media massa, baik melalui radio, televisi dan surat kabar nasional.

Namun sangat disayangkan, hal itu akhir-akhir ini hampir terlupakan atau sengaja dilupakan dan tidak terdengar lagi. Apakah ini pertanda, kita sudah tidak lagi peduli lagi terhadap sesama anak bangsa?

Hal ini dapat dijadikan renungan, mau kemana arah bangsa ini ke depan, bila persatuan dan kesatuan kita mulai goyah atau sengaja dibikin goyah. Gotong-royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap pekerjaan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang.

Kegiatan gotong-royong baik di perdesaan maupun di perkotaan, wajib dijaga bersama dengan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi strategi dalam pola hidup bersama yang saling meringankan. Munculnya kerjasama semacam itu sebenarnya merupakan suatu bukti adanya keselarasan hidup antar sesama bagi komunitas, terutama yang masih menghormati dan menjalankan nilai-nilai kehidupan, yang biasanya dilakukan oleh komunitas perdesaan atau komunitas tradisional. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa komunitas masyarakat yang berada di perkotaan juga dalam beberapa hal tertentu memerlukan semangat gotong-royong.

Yang mengakibatkan hilangnya budaya gotong royong antara lain tumbuhnya paham individualis, komersialis di kalangan masyarakat, sehingga muncul sifat individualistik yang acuh tak acuh dengan sesamanya, seakan tutup mata dan telinga terhadap orang lain yang memerlukan pertolongan, hanya mau membantu orang yang dikenal saja, bahkan tak jarang yang memiliki motto hidup, "Tidak ada bantuan jika tidak ada imbalan". Jika itu terus dibiarkan, maka akan tercipta perpecahan diantara anak bangsa.

Kegiatan gotong royong ini sangat penting bagi kita dan semuanya. Ini menyangkut dengan kebersihan lingkungan bersama.supaya kesehatan dalam lingkungan itu terjaga dari penyakit dan hal lain sebagainya.warga Sambirejo timur sangat ramah dan enak di ajak berbaur satu sama lain.dengan adanya kegiatan gotong royong ini mahasiswa sangat berterima kasih bisa membuat kegiatan bersama dengan warga Sambirejo tersebut.dengan begitu semua yang melakukan kegiatan gotong royong menambah semangat,kekompakan,kebersamaan antara mahasiswa dengan warga setempat.



(Ed:Wulan T)

(SH)

Post a Comment

0 Comments

NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK | DuniaSaja.com