Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Kegiatan Nonton bareng Mahasiswa KKN Dr 135 bersama Anak-anak di Desa Sambirejo Timur | DuniaSaja.com

DUNIASAJA.COM-
Anak-Anak di Dusun 5 Dahlia Desa Sambirejo Timur, Kamis malam 09 Agustus 2021 melaksanakan kegiatan nonton bareng "Laskar Pelangi" pada pukul 20.30 WIB.

Pemutaran film dilaksanakan di halaman rumah warga. Mereka duduk lesehan menyaksikan film "Laskar Pelangi" yang merupakan sebuah film adaptasi diangkat dari Novel Karya Andrea Hirata pada tahun 2008. 

Nonton bareng ini juga sekaligus melakukan pendekatan kepada anak-anak di Dusun 5 Dahlia dengan anak-ank yang lainnya maupun  dengan kami mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Beberapa anak mengaku sudah pernah menonton film ini. Walaupun sudah pernah menonton, anak-anak tersebut senang-senang  saja saat diajak menikmati film itu lagi. 

Pada film ini  bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan. 

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi, keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.

Film yang diangkat dari novel dan  bertemakan remaja ini sangat cocok untuk generasi muda pada masa sekarang. Film "Laskar Pelangi" menggambarkan peran pendidikan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa. 

Terbukti menjadi sebuah film nasional yang sangat bermanfaat. Film ini juga memperlihatkan bagaimana sarana prasarana pendidikan di Indonesia yang minim dan  terlebih di daerah pesisir atau  pelosok-pelosok. 

Selain itu para guru dan tenaga pendidik juga harus memiliki upaya yang strategis untuk mengubah dunia pendidikan di Indonesia agar  menjadi lebih baik dan pemerintah segera memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan didaerah-daerah pelosok tersebut agar lebih layak untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

Di era digital, aktivitas menonton film sudah sangat mudah untuk djumpai dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dinikmati oleh siapa pun. 

Hal ini berimbas kepada penggunaan VCD/DVD yang mulai ditinggalkan secara berangsur-angsur, termasuk kehadiran bisnis rental VCD/DVD yang semakin berkurang dan tidak jarang susah dijumpai. 

Kehadiran film yang kini telah terdigitalisasi membuat film yang dulunya harus menyediakan sebuah player atau alat pemutar VCD/DVD, sekarang dapat dimainkan melalui peralatan komputer/laptop, bahkan melalui smartphone atau tablet. 
Perkembangan teknologi Internet juga turut memperluas akses dan membuat sirkulasi file film menjadi semakin tidak terbatas, sebagai contohnya di Indonesia, kehadiran website streaming film yang kini semakin menjamur. 

Secara sederhana, film yang dahulunya diperlakukan sebagai barang fisik yang hanya dapat ditayangkan melalui proyektor dan layar besar pada sebuah bioskop, sekarang film telah terdigitalisasi dan semua proses (pembuatan, editing, rendering, dan produksi) menggunakan komputer.

Teknologi memberikan keleluasaan bagi penonton dan menghadirkan sebuah kemudahan akses, yaitu mereka tidak perlu lagi pergi ke bioskop untuk menonton sebuah film, tetapi mereka dapat menontonnya menggunakan alat pemutar digital seperti mesin pembaca DVD, laptop, komputer, atau bahkan melalui smartphone.

Dan inilah yang di lakukan oleh mahasiswa KKN 135 UINSU yang mana mereka mengajak anak-anak dan masyarakat desa sambirejo untuk nonton film bersama di halaman terbuka yang mana kegiatan ini dilakukan pada tgl 09 agustus 2021 yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada anak-anak dan masyarakat yang ada di desa sambirejo dusun V,  acara ini berjalan dengan lancar dan film yang diputar adalah film laskar pelangi yang mana film ini bercerita mengenai latar cerita Haikal, yang menceritakan kilas balik perjalanan hidupnya.Sampai kemudian gambar menunjukkan sebuah bangunan reyot dari kayu sampai papan nama hijau bertuliskan "SD Muhammadiyah ". Disitulah cerita itu berpusat. 

Cerita tentang kegigihan seorang lelaki tua diperankan oleh Ikranegara mempertahankan keberadaan sebuah sekolah.Sebuah sekolah yang disebutnya menilai kecerdasan anak tidak sampai angka-angka tapi sampai hati.
Laskar Pelangi mengamanatkan bahwa pendidikan adalah tindakan memberikan hati pada anak-anak dan bukan sekadar memberikan instruksi atau komando karena setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang pada masa depan apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya. 

Selain itu, Laskar Pelangi membuktikan bahwa kemiskinan tidak selalu berkorelasi dengan kebodohan atau kejeniusan. Dalam perjuangan mencapai cita-cita tersebut.

Cerita tentang idealisme seorang guru perempuan yang menolak tawaran-tawaran mengajar di tempat lain demi keinginan untuk mengajari anak -anak miskin yang berada disekolah tersebut.


(SH)



Post a Comment

0 Comments

NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK | DuniaSaja.com