Header Ads Widget

Responsive Advertisement

MAHASISWA KKN UINSU KELOMPOK 135 TAHUN 2021 MELAKUKAN KUNJUNGAN KE BUDIDAYA MAGGOT DI DESA SAMBIREJO TIMUR | DuniaSaja.com

DUNIASAJA.COM-
Deli Serdang. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata 135 UINSU 2021, melaksanakan kunjungan ke Budidaya Maggot BSF milik Kepala Desa Sambirejo Timur, Kec. Percut Sei Tuan.

Kunjungan tersebut diharapakan mampu memberikan dampak positif untuk belajar mengelola limbah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dengan salah satu caranya melalui budidaya maggot BSF yang dilakukan oleh Kepala Desa Sambirejo Timur.

Saat ditemui awak Media dikediamannya, yang beralamat Pasar 7 Bengkel Desa Sambirejo Timur Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Jum’at (30/07/2021), disela sela aktivitasnya, Kepala Desa Sambirejo Timur Joko Susilo, A.M.D., mengatakan bahwa dirinya terinspirasi dari sampah organik.

"Awal budidaya Maggot BSF ini saya tergerak karena masalah sampah organik di lingkungan sekitar. 

Banyaknya sampah berserakan dimana-mana membuat lingkungan Desa Sambirejo menjadi tidak indah," ucap Kades Joko Susilo.

Dengan adanya usaha ini, Joko Susilo juga mengajak masyarakat maupun Jajaran di Desa Sambirejo untuk bersama-sama mencari solusi permasalahan sampah.
Joko Susilo sendiri mulai berinisiatif untuk memilah sampah, khususnya sampah organik yang diolah supaya tidak menjadi limbah.
"Saya berpikir bagaimana caranya masyarakat dalam satu desa dapat berpenghasilan melalui sampah, yang awalnya dimulai dengan kerja bakti bersih-bersih desa. 

Disitulah kemudian muncul ide dan chemistry serta keinginan untuk memajukan Desa Sambirejo Timur. Salah satunya melalui pengolahan sampah, yang dipilah kemudian ada juga sampah non organik yang dijual," jelas Kades.

Diakuinya, saat ini Joko mengolah sampah organik melalui budidaya Maggot BSF. Maggot BSF adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti lebah.

"Selama masa hidupnya, Maggot BSF mengkonsumsi makanan seperti sampah organik. Maggot BSF ini juga bisa membantu permasalahan sampah organik yang menggunung. Sekitar 750 kg Maggot BSF mampu mengurai sekitar 2 ton sampah organik hanya dalam kurun waktu 2-3 minggu," paparnya.

"Selain dapat mereduksi jumlah limbah tidak baik di sekitar kita, larva BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang laku dijual. Meski dikelompokkan sebagai lalat, BSF tidak hinggap di sampah dan tidak membawa penyakit," imbuhnya.

Hasil budidaya Maggot sangat banyak, mulai dari pakan ternak, sampai menjadi pupuk kompos yang sangat baik untuk tanaman. Ini menjadi bisnis yang dapat dijalankan oleh masyarakat nantinya.

"Harapan kami kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat kiranya dapat membantu dukungan peralatan mesin pencacah sampah, mesin pembuat pelet, serta peralatan pendukung lainnya, agar dapat menyelesaikan masalah sampah jenis lainnya," harap Joko Susilo.*

(Penulis : Rama Fadli)

(SH)

Post a Comment

0 Comments

NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK | DuniaSaja.com