Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Pengalaman mengajar di Man 1 Aceh Tenggara Pada Masa Pandemi | DuniaSaja.com

DUNIASAJA.COM-Profil penulis Penulis bernama; sukardi harun, akrab disapa dengan nama panggilan harun, lahir di desa perapat sepakat kecamatan babussalam kabupaten aceh tenggara, 28 april 2001, anak dari pasangan sabidun (ayah) dan sayum (ibu), anak pertama dari 3 (tiga) bersaudara, dua laki-laki yang paling kecil perempuan, berasal dari keluarga petani, setatus sebagai pelatih peramuka di sekolah man 1 aceh tenggara. 

 Saaat ini penulis sedang menempuh pendidikan kuliah di uin ar-raniry banda aceh mengambil jurusan di prodi bimbingan dan konseling islam di pakultas dakwah dan komunikasi, saat ini penulis berdomisili di desa kediaman di mana tempat tinggal berada saat ini yaitu di desa perapat sepakat kecamatan babussalam kabupaten aceh tenggara, yang saat ini sedang menjalankan kuliah di daring atau online itu dikarenakan wabah virus korona/kovid 19 yang mengharuskan penulis untuk manjalankan kuliah secara daring, nah sembari kuliah daring mumpung di desa penulis saat ini merupakan cona hijau dan sekolah pun sudah di buka dengan menerapkan protocol kesehatan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum masuk kedalam sekolah itusendiri, penulispun berinisiatip mumpung kuliah saat ini melalui daring/online, penulispun ngelamar kerja di sekolah Man 1 Aceh Tenggara sebagai guru/pelatih pramuka di sana lumayan untuk meringankan beban orang tua dalam pembiaayan kuliah di masa pandemi saat ini.

Prestasi penulis; 
Pernah mendapatkan juara pertandingan pencak silat se-kabupaten aceh tenggara dan mendapatkan peringkat 2 pada tahun 2018.
Juga pernah mewakili kabupaten aceh tenggara pada tahun 2017 menjadi anggota raimuna nasional ke ci bubur, tepatnya di Jakarta timur.

Memiliki website sendiri duniasaja.com.

Organisasi yang pernah penulis ikuti;
Peramuka man 1 aceh tenggara.
Peramuka garuda.
Peramuka saka bayangkara.
Rohani islam (rohis)
Kesatuan aksi pelajar muslim Indonesia (kapmi).
Perguruan pencak silat tapak suci.
Pengurus sanggar seni belagakh bujang aceh tenggara.
Muatay.
Forum da’i perbatasan (fdp).

Organisasi kampus;
Himpunan mahasiswa prodi (HMP)
Anggota Dema di Kementerian PSDM
Ikatan mahasiswa bidik misi (IMABID)
Komisi independen pemilihan fakultas dakwah dan komunikasi (kip se-FDK)
Saat ini aktip menulis di website sendiri yaitu website duniasaja.com.
Hp/WA: 082195229329
Email: sukardiharun28042001@gmail.com
Facebook: sukardi harun
Instagram: @sukardi.harun

Pengalaman mengajar di Man 1 Aceh Tenggara Pada Masa Pandemi.

 Assalamualaikum warrohmatullahi wabbarokatuh penulis disini akan membagikan mengenai pengalaman mengajar atau menjadi seorang pelatih di bidang peramuka di Man 1 Aceh Tenggara pada masa pendemi pada masa sekarang, latihan peramuka di adakan pada setiap hari jum’at dan minggu pada sore hari tepatnya jumat pukul 14:00-17:00 dan pada hari sabtunya pukul 14:30-17:00 yang tidak hanya melanda Indonesia melainkan juga melanda seluruh dunia saat sekarang ini sehingga banyak sekali saudara-saudara semuanya yang belum dapat menjalankan pendidikan dan proses ngajar mengajar seperti biasanya, pada masa pandemic ini sangatlah sulit baik bagi penulis sendiri sebagai tenaga pengajar dan murit itu sendiri sebagai peserta didik , di Man 1 Aceh Tenggara Khususnya di karenakan sudah di lakukanya proses ngajar mengajar dengan metode tatap muka seperti biasanya di era newnormal ini dan tidak luput pula dengan menerapkan 3m, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

 Penulis sendiri lumayan sulit untuk ngelatih peserta didik pada saat sekarang ini walaupun dilanda wabah virus tidak menyurutkan semangat penulis dalam ngelatih dan mengajari perserta didik tersebut dalam konteks keilmuan keperamukaan, baik dari pemaparan materi dan praktek lapangan penulis masih menerapkanya seperti biasa, akan tetapi tidak luput pula untuk menjaga jarak memakai masker dan mencuci tangan agar peserta didik tersebut dapat terhindar dari tertularnya virus korona itu sendiri, walaupun demikian peserta didik di Man 1 Aceh Tenggara sangatlah memilik antusiasme yang tinggi dalam mengikuti latihan kepramukaan baik mengikuti latihan mengenai materi keparamukaan maupun pada saat praktek di lapangan.

 Dengan semangat peserta didik itulah walaupun penulis masih seorang mahasiswa tidak menyurutkan semangat untuk membagi keilmuan mengenai kepramukaan dan pengalaman mengajar sebelumnya dan pengalaman lainya yang penulis dapat sebelunya dan pegalaman penulis yang di miliki saat ini kepada peserta didik yang berada di Man 1 Aceh Tenggara, sehingga proses latihanpun berjalan bagaimana mestinya, walaupun terkadang mengajar pada masa pandemi saat ini sangatlah sulit di karenakan harus betul-betul menjaga jarak selain itu juga harus menjaga imun tubuh yang dimiliki oleh peserta didik itu sendiri agar tidak mudah terpapar oleh virus korona yang sedang melanda dunia pada masa sekarang ini.

 Walaupun Demikian proses latihan pramukanya berada pada masa pandemi, siswa dan siswi di Man 1 Aceh Tenggara dapat mengikuti latihan kepramukaan dengan baik sebagaimana semestinya, baik itu dari segi materi maupun praktek lapangan, peserta didik step by step mampu untuk mengikuti latihan dengan baik dan benar, akan tetapi latihan pramuka pada pandemi pada saat sekarang ini menurut pemakalah kurang efektip itu disabkan karena terbatasnya peserta didik yang di ajarkan pada setiap pertemuanya sehingga penulis pada saat pemberian materi harus membaginya dari kelompok-perkelompok sehingga banyak memakan memakan waktu dan juga materinya lamban untuk berkembang di karena materinya di paparkan materi yang sama di kelompok berbeda dan di hari yang berbeda pula membuat prosesnya begitulama berkembang dikarenakan banyak memakan hari.

 Pada saat praktek lapangan yaitu latihan pramuka yang menggunakan meteri yang berbentu lapangan seperti latihan bari-berbari/pbb/lkbb stok, latihan mendirikan tenda, latihan yel-yel , menggunakan kompas dan sebagainya terkadang peserta didik tersebut mengeluh karena harus menjaga jarak dan peserta didik tersebut tentunya belum bisa terbiasa dengan keadaan tersebut yang alhamdulillahnya lama kelamaan akhirnya peserta didik tersebut telah membiasakan diri dan mengikuti latihan dan menjaga protocol kesehatan walaupun proses latihan tersebut tidak begitu berjalan maksimal yang sebagaimana mestinya latihan di era normal.

 Akan tetapi pada masa pandemi saat ini juga sangatlah jarang sekali di adakanya perlombaan maupun perkemahan kepramukaan sehingga pada saat penulis mengajar banyak sekali bahkan hamper semua siswa mempertanyakan kepada penulis kapan di adakanya kembali perlombaan maupun perkemahan mengenai kepramukaan, penulis pun selaku seorang pelatih hanya mampu menjawab setelah virus ini berakhir mungkin kegiatan perlombaan maupun perkemahan mengenai kepramukaan akan di laksanakan kembali, sontak siswa tersebut merasa kecewa karena pada dasarnya peserta didik ini menginginkan perlombaan dan perkemahan di laksanakan kembali agar para peserta didik itu pun ikut serta dalam perlombaan tersebut itu yang peserta didik inginkan, namun faktanya setelah penulis memberi tau kemereka bahwasanya perlombaan maupun perkemaah pada masa pandemic saat ini blum ada sontak mereka pun jadi kurang semangat untuk mengikuti latihan kembali.

 Meskipun demikian penulis langsung mengambil langkah sigab supaya peserta didik itupun semangat kembali dalam mengikuti latihan yaitu dengan cara mengadakan kompetisi dan perkemahan antar siswa man 1 aceh tenggara yang mana nantinya akan di perlombakan antar regu, dengan demikian peserta didik itupun kembali bersemangat kembali dalam mengikuti latihan tersebut, pengalaman mengajar di pada masa pandemic ini sangatlah sulit sehingga membuat penulis selaku pelatih harus memikirkan berbagai macam cara agar peroses latihan walaupun di masa pandemic bagaimana caranya supaya dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan akan tetap menjaga protocol kesehatan, mencuci tangan, mamakai masker dan menjaga jarak hal tersebut rutin dilakukan agar tidak memperluas wabah virus korona itu sendiri.
 Hikmah yang dapat di ambil pelajaranya dalam proses latihan maupun ngajar mengajar pada masa pandemi ini tentulah sangatlah sulit baik bagi seorang guru maupun pelatih yang mana menuntut tanaga pengajar harus mampun mengajar dengan kondisi yang berbeda akan tetapi tidak menyurutkan semangat juang yang dimiliki oleh guru-guru maupun pelatih-pelatih yang ada di sekolah man 1 aceh tenggara dalam proses mengajar dan menjadi tantangan tersendiri bagi penulis sendiri telbih-lebih lagi bagi peserta didik itu sendiri yang di tuntut harus mampu mengikuti proses belajar dan memahami materi dengan baik dan juga harus mampu menjaga kesehatan diri sendiri agar tidak terpapar virus korona yang sedang melanda dunia saat sekarang ini.

 Tentunya dengan berbagai dukungan baik dari pemerintahan, tenaga medis dan sebagainya yang telah menjadi relawan bagi masyarakat luas khususnya di sekolah-sekolah terlebih bagi peserta didik dan tenaga pengajar yang telah rela membantu dengan suka rela, sehingga penulis selaku pelatih beserta peserta didik dapatmenjalankan latihan sebagai mana mestinya walaupun suasana latihanya agat berbeda dari masa sebelum pandemi pada masa dulu.

 Mudah-mudahan virus korona ini dapat segera di atasi dan dengan harapan dapat pulih kembali seperti sedia kala, sehingga proses ngajar mengajarpun dapat terlaksana seperti biasa itu harapan kita semua terutama penulis selaku pelatih peramuka di sekolah man 1 aceh tenggara besar harapan agar virus korona ini dapat berakhir seceapatnya, mudah mudahan pengalaman mengajar pada masa pandemi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


(SH)

Post a Comment

0 Comments

NEGOSIASI DAN MANAJEMEN KONFLIK | DuniaSaja.com